Ada yang beda dengan JOTA – JOTI tahun 2018

Posted on

Program JOTA-JOTI akan menjadi sebuah pembuktian dari Janji, Hukum, Prinsip dan Metode Kepanduan, seperti yang didefinisikan oleh Konstitusi WOSM, dan juga harus mencerminkan kebijakan yang paling up-to-date dan inisiatif dari WOSM yang berkaitan dengan program pemuda untuk semua usia. Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat menarik minat kalangan muda untuk berpartisipasi dan mendapatkan pengalaman tahunan yang menarik bagi semua yang tergabung dalam gerakan kepanduan menggunakan teknologi yang mendidik, menimbulkan sikap toleransi, sadar akan peran sebagai warga negara, kesadaran akan budaya yang dimiliki dan meningkatkan kerjasama dalam tim serta membangun rasa memiliki terhadap gerakan kepanduan yang ada di seluruh dunia. Kemudahan dalam hal akses inilah yang digunakan dalam kegiatan JOTA-JOTI untuk menyatukan semua anggota kepanduan di seluruh dunia sehingga dapat berpartisipasi dan mendapatkan pengalaman dalam kegiatan tersebut.

Dalam kegiatan JOTA-JOTI tahun 2018 terdapat suatu hal yang berbeda dengan kegiatan di tahun sebelumnya, perbedaan yang sangat mencolok adalah tidak diadakannya sayembara logo JOTA-JOTI pada tahun ini. Tanggal 02 Juni 2018 Richard Middelkoop selaku World JOTA-JOTI Team Leader mengumumkan Logo JOTA-JOTI tahun 2018 bersamaan dengan pidato presentasi di HAM Radio Neue Messe 1, Friedrichshafen, Jerman.

“Tidak ada yang lain seperti ini, kami terhubung lebih dari 1,5 juta anggota kepanduan dan bersama-sama dalam kurun waktu 48 jam di akhir pekan bulan Oktober. World Organization of the Scout Movement(WOSM) telah menetapkan target kegiatan ini tersedia untuk lebih banyak pemuda dibandingkan sebelumnya dengan total 3 juta partisipan pada tahun 2020,” dalam pidato itu.

JOTA-JOTI Tahun 2018 mengusung tema “Life on Land United Nation’s Sustainable Development Goal 15, Protect, restore, and promote sustainable use of terrestrial ecosystems, sustainably manage forests, combat desertification, and halt and reverse land degradation and halt biodiversity loss.” Hal ini didefinisikan sebagai: melindungi, memulihkan dan mempromosikan pemanfaatan berkelanjutan dari ekosistem darat, mengelola hutan secara lestari, memerangi penggurunan, dan menghentikan dan membalikkan degradasi lahan dan menghentikan hilangnya keanekaragaman hayati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *